Archive for the ‘musik’ Category

“Have you ever seen the rain”, Musik Dalam Membangun Kebudayaan.

Saturday, July 25th, 2009

john-fogerty_021705

Saat menulis di dinding FB tentang, “Pembangunan yang paling utama untuk negeri ini adalah BUDAYA!”. Maka pada saat itu juga muncul beberapa komentar baik yang setuju, maupun yang tidak setuju. Tetapi kenapa aku kemudian bersusah-susah menulis tentang hal ini, kalau itu sebuah kewajaran. Ya untuk menjelaskan tentang pemahaman yang salah untuk menyepelekan produk kebudayaan. Dimana dapat terlihat dari perkembangan pikiran manusia di negeri tercinta ini, yang selalu bertolak pada ekonomi sebagai sebuah pondasi pembangun Bangsa.

Berbicara budaya, tentu saya bukan ahlinya! Untuk itu saya kemudian mencoba menuliskan hal yang kecil-kecil saja. Apakah anda semua pernah mendengarkan musik? Hayoo! mau pada jawab pernah bukan. Kenapa pada saat mendengarkan musik, seringkali kita mengalami kenikmatan tiada tara. Kenikmatan yang dapat memunculkan proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi.

(more…)

Tontonan Jazz yang Merakyat

Tuesday, January 20th, 2009

Saat jam telah menunjukkan waktu pukul 22.48 WIB, aku menononton program acara televisi. Tetapi seiiring waktu, kebosanan dengan acara yang disiarkan membuat tangan ini bolak-balik memencet tombol untuk memilih program. Tetapi tetap saja, tidak ada acara yang berkualitas atau minimal mampu memenuhi kebutuhan jiwa serta tubuh ini saat sedang lelah. Kenapa acara televisi selalu menampilkan suatu program yang sama. Dimana jika ada program yang laris distasiun tv satu, maka stasiun tv yang lain ramai berlomba-lomba mengikuti untuk membuat program yang sama. Entah kemudian kemasan yang dibuat sebeda mungkin, tetapi selalu saja endingnya Nol Besar. Kejemuaan ini, membuat waktu untuk menonton televisi berkurang drastis. Dimana yang biasanya memakan waktu sekitar 4 – 4,5 jam perhari, menjadi 1 jam bahkan tidak sama sekali. Entah apakah ini berlangsung diperkotaan atau juga pedesaan. Sebenarnya tidak perlu membedakan keduannya, tetapi jelas bagaimana keduanya menjadi amat kabur dengan siaran televisi yang begitu mudah menanamkan sifat konsumerisme cap gayung ke masyarakat. Tidak ada lagi perbedaan, semua orang dapat menikmati dan silahkan ambil manfaat yang sebesar-besarnya. Manfaat yang kemudian menjadi jauh sekali untuk dapat dijadikan acuan dalam perubahan pola sikap yang cerdas dan meningkatkan rasionalitas masyarakat. Yang ada adalah mengkerdilkan pola pikir masyarakat, serta membuat tingkat kejahatan semakin tinggi dengan tontonan kriminal yang sedemikian rupa terbuka tanpa pandang usia. (more…)

Tragedy Palestina di Akhir Tahun 2008

Wednesday, December 31st, 2008

TRAGEDY (Boomerang)
Terdengar jerit tangisan bayi
Dipuing reruntuhan sunyi
Kau cari tempat ’tuk sembunyi
Hindari peluru menari

Saat angkara murka angkat sumpahnya yeah…
Jangan bunuh lirih pintamu
Di koran,TV dan radio
Semuanya tentang tragedi
Tak ada lagi sapa ’hallo’
Yang ada hanya kata ’ledakan’

(more…)

Yesterday; The Beatles dan Tomorrow-nya James Bond

Wednesday, December 10th, 2008

Yesterday, all my troubles seemed so far away.
Now it looks as though they’re here to stay.
Oh, I believe in yesterday.Suddenly, I’m not half the man i used to be,
There’s a shadow hanging over me,
Oh, yesterday came suddenly.

Why she had to go
I don’t know she wouldn’t say.
I said something wrong,
Now I long for yesterday.

Yesterday, love was such an easy game to play.

Now I need a place to hide away.
Oh, I believe in yesterday.

Why she had to go
I don’t know she wouldn’t say.
I said something wrong,
Now I long for yesterday.

Yesterday, love was such an easy game to play.
Now I need a place to hide away.
Oh, I believe in yesterday.

(more…)

Musik JAZZ, Sang Penghibur Hati

Friday, November 28th, 2008

Menjelang Shalat Tarawih usai, jalan-jalan mulai menunjukkan sedikit penurunan intensitas kendaraan bermotor maupun mobil di sekitar Averroes Comunity. Beberapa sahabat yang berada di Averroes Comunity larut dalam pikiran masing-masing dengan wajah memandang Laptop maupun Monitor Komputer dengan tangan memainkan dawai tuts maupun mousenya. Suasana ini berlangsung, saat komputer Teknis diruangan depan sedang berbunyi keras diiringi suara bass yang menggemakan lagu dari Iwan Fals. Lalu langkah kaki mulai mengajak untuk menuju kamar mandi agar menyegarkan pikiran serta tubuh yang amat lelah.  Sebelum sabun mulai menyentuh setiap lekuk tubuhku, aku merasa ada yang kurang dalam ritual mandi malam ini. Benar saja kulihat di cermin jenggot nanggung mulai saling mengikat satu sama lain, “wah ternyata memang jenggot tipis yang mulai lebat ini perlu dirapikan” pikirku. Apalagi saat Moeh Arif tampak merasa terganggu dengan penampakan brewok jenggot kesayanganku ini, “sebaiknya dirapikan Nald“, Ungkap penggemarku yang satu ini. (more…)