Archive for the ‘serba-serbi’ Category

TOKEK MERAYU

Friday, March 6th, 2009

hitam adalah aku
putih adalah kau
hitam dan putih menyatu
tahi cicak seperti itu

engkau cicak dinding hati
dibuat lagu merdu anak petani
tokek berbelang jelmaan diriku
perlu saat menghitung dadu

cak, cak, cak suaramu merdu
tokee, tokee, tokee, aku merayu
kau tersipu malu di dinding rumah
ku pamerkan gigi tajam padamu

kau begitu gemulai menari
bagai dongeng putri cinderella
saat aku dekat kau melompat
tinggalkan buntut tipu muslihat

Ronall /5 Maret  2009

(Di pinggiran Kota Batu)

Sumber Gambar:

www.wildherps.com/images/herps/standard/003924_tokay.jpg

ERAU Sang Naga

Wednesday, February 25th, 2009

(1)
tubuh itu begitu lebar, dari sisi kiri ke kanan tepian
seluruh arus air tunduk patuh padanya
warna coklat kemerah-merahan bulu pelanduk
ia tenang dalam pagi, siang, dan malam

(more…)

Persembahan Teruntuk Petani Tembakau

Monday, February 23rd, 2009

liat tanah kuning keemasan
kering kerontang perbukitan
tak pernah ada kata mengeluh
lembaran daun hijau tumbuh

mengkilat terbakar hari
cangkul mengayun berulang kali
tubuh-tubuh hitam legam
kumis lebat menghitam

tanah ini tak berair
tanaman ini haus air
sanggup tumbuh dalam gersang
hingga petani sedikit tenang

sekolah sudah mulai tiba
panen belum datang
nasib buruk di depan mata
rentenir tersenyum girang

fatwa haram menggelinding tajam
gemeretak gigi tak tertahankan
ribuan petani tak tinggal diam
bergerak atau mati dalam kemiskinan

Kepada Petani Tembakau Pulau Madura

Ronald J Warsa/ 23 Februari 2009

Saat Sholat Tak Pernah Usang

Saturday, February 21st, 2009

di ruang kantor aku sendiri
saat dinding melempar senyum
detak jantung begitu kencang
kuatkan hati pandangi sunyi

di ruang kantor aku bernyanyi
dengan iringan musik menggebu
suara ini mengalahkan bunyi
binatang malam pun tersaingi

di ruang kantor aku sendiri
monitor komputer menemani
tust…tust…tust suara tombol
saat jari-jari tangan berjapin

di ruang kantor aku berdiri
ginjal ini tak mau di ajak kompromi
suara air seni bergulir kencang
siraman segayung air menghantarkan

di ruang kantor aku diam
memandang malam hitam pekat
suara adzan Shubuh membahana
saat diri masih merasa muda

Tirai jendela aku buka
kulihat gelap masih menggelayut manja
jiwa ini mulai gersang
maka sholat menjadi tak pernah usang

Ronald J Warsa /23 Februari 2009
Kelahiran Loa Janan – Samarinda Seberang

Bekas Buku, Bekas-Bekas, Buku-Buku, Buku Bekas

Friday, February 6th, 2009

Sesuatu yang berbau bekas, membuat kita berusaha jauh darinya. Bekas istrinya orang, bekas narapidana, bekas preman, bekas penjahat, bekas pejabat, bekas teman. Dan itu semua pelabelan yang amat mudah untuk diucapkan oleh seseorang. Adakah kita mengambil hikmah dari sesuatu yang kita katakan bekas tersebut. Seperti halnya saat kita merindukan sebuah buku dengan kualitas tinggi dan mempunyai nilai sejarah yang luar biasa. Tetapi kita tidak dapat mencarinya dideretan buku baru dengan suasana dingin dari Air Condisioner yang terus menyala. Ternyata buku tersebut berada disebuah tempat yang tidak begitu baik, malah tempat yang sama persis dengan sebuah Warteg. Apakah aku akan menjauh dari buku bekas tersebut, padahal aku sangat membutuhkan isi yang terkandung didalam kertas berwana kekuningan dan sebagain kecil halamanya dimakan rayap. Bekas Buku, Bekas-Bekas, Buku-Buku, Buku Bekas.

Rak sederhana, dengan sentuhan lukisan “Kampung Budaya Malang”

(more…)

Namaku Ike Kumalasari

Thursday, January 29th, 2009

Wajah lelah setelah semalaman bekerja membuat perempuan itu tampak lebih tua dari umur sebenarnya. Ike begitulah tetangga serta beberapa pria hidung belang memanggilnya. Sudah lama ia tidak mendapatkan uang diatas Seratus Lima Puluh ribu, tetapi malam kemarin sepertinya ada orang yang berbaik hati untuk membayar dengan harga tersebut. Saat ini malam memang tidak selalu ramah untuk waria tua seperti dirinya. Dulu Ia memiliki kulit putih dan halus, bentuk tubuh amat bohai dengan lekukan yang meneteskan air liur para buaya. Belum lagi bibirnya yang basah dan mengeluarkan suara lembut sehening malam. Dulu jangan sekali-sekali mencarinya didekat perempatan lampu merah, pasti tidak akan kau temukan. Karena ia merupakan waria high class. Hotel-hotel bintang lima akan selalu menunggu kedatangan Ike yang memang mirip artis jaman dulu, Vina Panduwinata. Ketika malam-malam tertentu suaranya mengalun merdu menyanyikan lagu yang diiringi dentingan piano serta gesekan biola. Para wanita yang hadir dengan pasangan maupun juga duduk sendiri dikursi pelanggan akan amat resah jika ada Ike disekitarnya. Karena Ike telah menjelma menjadi ratu yang mengalahkan sinar wanita yang ada disana. (more…)

POLISI Vs BATMAN hasilnya 1:0

Wednesday, January 14th, 2009

Mimpi apa gue semalam? itu pertanyaan terhadap diri sendiri atau juga pertanyaan yang muncul akibat mengalami kesialan pada suatu hari. Nah pada saat ini aku, tidak akan menuliskan tentang kesialan tetapi akan mengungkapkan mimpi yang terjadi dan terekam dalam pikiran pada saat bangun pagi harinya.

(more…)

Membaca Apa Saja Dech!

Saturday, January 3rd, 2009

Aku sangat suka sekali membaca, entah itu berupa buku fiksi, non fiksi dan sastra. Berapa pun harga buku terbaru yang menarik minat ku, maka segera aku mengumpulkan uang untuk membelinya. Walaupun terkadang jika tidak memiliki uang, terpaksa aku ikut membaca buku teman yang terlebih dahulu memiliki buku yang ku inginkan tersebut. Dan ketika uang sudah terkumpul aku berusaha untuk membeli buku tersebut, walaupun sudah aku baca tuntas. Kegilaan macam apa ini? entah lah mungkin ini yang dinamakan hobi. Seringkali kita lihat bagaimana suatu komunitas, kumpulan, kelompok, paguyuban, atau begundal yang berdiri berdasarkan hobi yang sama.

Hobi membaca buku tidak serta merta muncul ketika sudah memasuki bangku kuliah. Ia muncul saat pertama kali Buku Bahasa Indonesia menjadi bagian pembuka belajar mengenal huruf sekaligus membaca. Ini Budi, ada Wati kakak Budi, Ini Ayah Budi dan Ibu Budi. Nama keempat tokoh ini yang paling dikenal oleh anak-anak SD pada tahun-tahun 90-an. Pada saat itu jika berkumpul dengan sepupu dari pihak Ibu atau Bapak. Maka kami selalu ditantang untuk membaca kalimat yang sulit-sulit dan muncul di koran daerah. Seperti Hibrida, Nikotin, Birokrasi, atau malah menanyakan nama-nama kota yang ada di Indonesia, tentu dengan membuka Atlas. Ketika mampu menyebutkan atau menjawab, perasaan bahagia selalu muncul atau jika tidak bisa maka selalu saja ingin mengetahui tentang hal-hal baru. (more…)

Masjid Tua, Jejak Kampung Nelayan dan Kemiskinan

Sunday, December 14th, 2008

Kampung Nelayan adalah salah satu image kumuh di Samarinda Seberang, sehingga jarang wisatawan datang berkunjung ke tempat ini. Kampung yang memiliki kisah sebagai salah satu kampung tempat pelabuhan kapal dagang dan nelayan bersandar. Kampung komunitas nelayan asal Sulawesi ini mempunyai ikatan sejarah berdirinya Kota Samarinda. Tempat ini selalu ramai dengan kesibukan para nelayan yang melakukan bongkar muat barang. Di tempat inilah Masjid Shiratal Mustaqim berdiri dengan kokoh berbahan kayu ulin. Masjid ini didirikan tahun 1881 oleh Sayyid Abdurrahman Bin Muhammad Assegaf atau dikenal sebagai Pangeran Bandahara, Kapitan Jaya, Petto Loloncong dan Usulonna perantauan asal Sulawesi. Masjid ini menjadi saksi tentang berkembangnya Islam di Samarinda.

Untuk menempuh perjalanan menuju Masjid ini dapat di mulai dari Balikpapan, dan membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam lebih. Perjalanan yang lumayan melelahkan melalui jalur darat. Kalau anda berada di Samarinda Ibukota Kalimantan Timur, dapat ditempuh melalui kapal penyeberangan dengan waktu 15 – 20 menit. Di tempat itu anda jangan mengharapkan akan melihat pemandangan seperti di Kampung Ampel Surabaya. Tempat ini hanyalah sebuah kampung nelayan yang miskin dan jauh dari kesan mewah. Walaupun ada pengunjung yang datang dari dalam maupun luar Samarinda, itu pun hanya beberapa kelompok kecil atau perorangan. Tempat ini hanya ramai jika terdapat hari-hari besar Umat Islam saja. Selebihnya hanya di manfaatkan untuk pengajian dan juga melaksanakan shalat wajib.

(more…)

Sungai Mahakam, Namanya.

Saturday, December 13th, 2008

Kenapa harus sungai mahakam, kenapa tidak nama domain yang lain saja?. Entah kenapa aku memakainya sebagai nama dari Blog ini. Waktu itu mengalir begitu saja untuk memakainya sebagai nama sebuah Blog. Mengingat sangat pentingnya Sungai Mahakam sebagai sumber air kehidupan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Dimana potensi aliran Sungai Mahakam amat penting untuk perikanan dan juga transportasi air. Liukan naga yang membentang dari Long Iram – Kabupaten Kutai Barat, melewati Tenggarong – Kabupaten Kutai Kertanegara, hingga Kota Samarinda dan terakhir bermuara di Selat Makasar. Sungai yang memiliki panjang sekitar 920 km dan luasnya sekitar 149.277 km.Sungai ini merupakan sarana ritual dan spiritual yang tidak dapat terpisahkan dari masyarakat Kalimantan Timur (more…)